| Yafet Kambai. Foto: Dok Pribadi |
Philipina -- Yafet Kambai, mahasiswa Magister salah satu perguruan tinggi di Philipina menyoroti kuliah umum Gubernur Papua, Lukas Enebe soal pembangunan ekonomi kerakyatan.
Dari kuliah umumnya di Kampus Uncen, Jayapura tentang 'Ekonomi Kerakyatan', Gubernur Papua, Lukas Enembe hanya menyoroti soal tingkat kemiskinan di Papua yang dimasukkan dalam 'skema 3 tahap ala Enembe.' Tapi, pemikirannya tentang 'ekonomi kerakyatan dalam konteks Papua', tidak begitu Nampak," tutur Yafet kepada majalahselangkah.com, Minggu, (25/08/13).
Ia menjelaskan, "Kalau saya tidak salah membaca berita-berita dari media online-internet. Mungkin dalam makalah aslinya dibahas, saya kurang tahu. Soal kemiskinan, Gubernur Enembe terkesan percaya diri bahwa tingkat kemiskinan dari 31% akan diturunkan menjadi 25%. Ini yang disebut periode 'penataan'. Selanjutnya dari 25 % akan diturunkan menjadi 15%, yang masuk periode 'kebangkitan'. Terakhir, periode 'kemandirian', dari 25% akan diturunkan menjadi 10%. Woooww..luar biasa."
Setahu saya, kata dia, seorang bekas Gubernur Barnabas Suebu, yang secara intelektual dan leadershipnya diakui kebanyakan orang saja, telah 'pontang panting' dengan masalah kemiskinan orang Papua itu, dan sampai akhirnya belum klar juga dengan 'Respek'nya. Karena memang disadari tidak sederhana itu. Tapi bagi Gubernur Enembe seperti 'air mengalir'. Seolah-olah tidak ada kendala karena nanti 'kita atur', katanya.
Dikatakannya, yang Gubernur Enembe dan 'kabinetnya' lupa bahwa apakah penurunan 'tingkat kemiskinan' orang Papua dari 31% - 25% - 15% dan sampai 10% itu 'berbanding lurus' dengan 'pemerataan tingkat distribusi pendapatan' di antara orang asli Papua?
Kalau tanpa pemerataan distribusi pendapatan, kata dia, seberapa pun menurunkan prosentase tingkat kemiskinan itu tidak ada manfaatnya bagi orang asli Papua. Karena yang terjadi adalah tingkat kemiskinan cenderung menurun, namun bersamaan itu, tingkat distribusi pendapatan yang semakin timpang, menganggah lebar. Dan bisa jadi, ide 'Papua Bangkit' sekedar fantamorgana belaka.
"Atau jangan-jangan nanti lebih rusak di segala lini dari yang sudah ada sekarang ini, ibarat: 'Papua Dititik Nol'. Lawan dari 'Papua Bangkit'," katanya. (GE/MS)
Sumber : www.majalahselangkah.com
0 Response to "Yafet Kambai Soroti Kuliah Umum Enembe di Uncen"
Posting Komentar