| Pembalakan Liar Oleh PT. Nabire Baru di daerah KM 16 Wami Nabire- Papua. Sumber: www.yerisiamnabire.blogspot.com. |
Nabire -- "Diperkirakan hingga tahun 2014-2015 hutan di Kabupaten Nabire-Papua akan semakin habis," begitu kata kepala suku besar suku Yerisiam di Nabire dalam blognya,www.yerisiamnabire.blogspot.com, Sabtu (24/8/13). Menurut blog yang sama, dilangsir juga data survery dari Dewan Adat Papua wilayah adat Nabire bahwa setiap hari, kayu yang keluar dari hutan di Nabire mencapai 120 kubik untuk jenis kayu Merbau/Kayu Besi, belum terhitung Kayu Putih.
Kepala suku Yerisiam, Simon Petrus Hanebora, menyayangkan tindakan semacam ini dibiarkan tanpa penanganan dan proteksi baik dari pemerintah daerah juga dari pihak kepolisian dan para penegak hukum lainnya. "Hal ini sangat memprihatinkan kelangsungan hidup orang Papua lebih khususnya masyarakat pribumi yang ada di Nabire, karena diperhitungkan tahun-tahun yang akan datang masyarakat pribumi Nabire akan tersingkir dan kelestarian alamnya akan terancam punah," kata Hanebora.
"DPRD Kabupaten sudah seperti orang idiot yang sudah tidak mampu berpikir tentang masalah-masalah yang ada di masyarakat, hal itu di buktikan dengan beberapa kali pertemuan antara masyarakat, tokoh-tokoh adat,agama dan lain-lain. Sering kali di laporkan berbagai persoalan dan kasus-kasus di masyarakat Nabire, namun hingga saat ini tak satu pun persoalan masyarakat yang dapat diselesaikan dengan tuntas dan berpihak kepada masyarakat," tulisnya lagi dalam blog yang sama.
Ironisnya, Hanebora mengatakan ada dugaan dari masyarakat luas tentang adanya oknum pejabat pemerintahan yang ikut terlibat dalam pembalakan hutan, di samping adanya indikasi keterlibatan Polisi dan penegak hukum di kabupaten Nabire dalamnya.
"Kalau pemerintah saja sudah terlibat di dalam pembalakan hutan tersebut, siapakah yang nanti menyelamatkan hutan di Nabire?" tanya Hanebora. (BT/MS)
Sumber : http://majalahselangkah.com
0 Response to "Hutan Masyarakat Pribumi di Nabire Terancam"
Posting Komentar