![]() |
| Militer Indonesia Sumber Kekerasan Di Papua |
JAYAPURA - Rangkaian kekerasan di
wilayah perbatasan Papua-Papua Nugini, terutama di wilayah Kabupaten
Keerom, dinilai oleh pegiat hak asasi manusia, John Djonga semakin
memburuk dalam 12 tahun terakhir. Akhir-akhir ini malahan makin banyak
dan ganas.
"Aparat
dan masyarakat masih percaya pada cara-cara kekerasan untuk
menyelesaikan masalah, "kata John Djonga dalam refleksi 12 tahun karya
pastoral, Jumat (24/8/2012) di Keerom.
Padahal, tuturnya kekerasan
tidak pernah dapat menjadi solusi. Sebaliknya, kekerasan justru makin
memperumit persoalan. Stop kekerasan, dan semua pihak diharapkan menuju
pintu dialog dan kerjasama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan
mendasar, kata John Djonga menambahkan.
Sebagaimana diberitakan,
dalam dua bulan terakhir, terjadi tiga kali penembakan di wilayah
Keerom yang menewaskan dua orang. Penembakan pertama terjadi pada awal
Juli saat Kepala Kampung Sawyatami Johanes Yanufrom tewas ditembak
orang tak dikenal saat kembali dari Workwana, Keerom.
Berikutnya,
pasukan patroli dari Batalyon 408 Suhbrasta yang bertugas menjaga
wilayah perbatasan kontak tembak dengan sekelompok orang bersenjata.
Sebanyak dua prajurit luka-luka dalam peristiwa yang terjadi di Kampung
Suskun itu.
Kejadian terakhir, Sabtu 18 Agustus 2012 lalu, Kepala
Seksi Kehutanan, Kabupaten Sarmi Ayub Notaubun (52) tewas ditembak orang
tak dikenal di wilayah Skamto, Keerom. Menurut John Djonga peristiwa
itu turut memupuk rasa saling curiga. Kehadiran militer di
kampung-kampung belum mampu m enghadirkan ketentraman.
Untuk itu
ia mengajak semua komponen masyarakat dan pemerintahan untuk memajukan
kemanusiaan dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing. Untuk aparat
keamanan, jalankan tugas dengan baik tanpa kekerasan.
"Indahkan
standar hak asasi manusia. Untuk anggota Organisasi Papua Merdeka,
perjuangan sejati tidak mengorbankan orang lain, dan tidak menggunakan
cara-cara kekerasan, tidak melanggar hak hidup orang lain. Untuk
pemerintah, bekerjalah lebih sungguh-sungguh untuk memenuhi hak-hak
dasar masyarakat," kata John Djonga.
Hadir dalam acara itu antara
lain Bupati Keerom Jusuf Wally, Komandan Korem 172 Praja Wirayakti
Kolonel Yoppye Ones, serta Komandan Kodim Jayapura Letkol Rano Tilaar.
Dalam kesempatan itu Danrem 172 Praja Wirayakti Kolonel Yoppye Ones
mengatakan, upaya memajukan keamanan di wilayah itu bukan hanya tanggung
jawab aparat saja.
Setiap warga, menurutnya terlibat dalam upaya
tersebut. Pihaknya, tutur Yoppye Ones, siap untuk mengurangi jumlah
personel asal kondisi keamanan di wilayah itu betul-betul telah
terjamin.
Bahkan ia mengemukakan, dirinya telah melakukan evaluasi
untuk merelokasi pos-pos militer agar sesuai dengan tugasnya yaitu
mengamankan wilayah perbatasan. "Namun, sebelum rencana itu terwujud,
terjadi lagi beberapa penembakan di Keerom dan itu seperti undangan
resmi bagi aparat untuk hadir," tuturnya.
Sumber : www.kompas.com

0 Response to "John Djonga : Militer Indonesia Terus Gunakan Kekerasan Untuk Selesaikan Masalah Di Papua"
Posting Komentar