Jakarta: Terkait kerusuhan yang terjadi di Papua,
Direktur Eksekutif The Sun Institute, Andrianto meminta pemerintah tidak
mencap masyarakat setempat atau yang melakukan kekerasan sebagai
saparatis, lantaran itu dapat memperburuk keadaan di Negeri Cendrawasih
mengingat Papua telah dijadikan Daerah Operasi Militer (DOM) di jaman
orde baru.
"Jangan melulu di cap separatis, akhirnya yang timbul sikap apriori. Ingat, situasi sekarang akibat luka DOM di era orba," kata Andrianto.
"Jangan melulu di cap separatis, akhirnya yang timbul sikap apriori. Ingat, situasi sekarang akibat luka DOM di era orba," kata Andrianto.
Andrianto menambahkan, kerusuhan di Papua memang sebuah upaya rekonstruksi untuk ciptakan instabilitas yang pada akhirnya mendelegitimasi pemerintah. Urusan Papua ini, lanjutnya, menjadi kompleks lantaran menyangkut soal identitas dan penegakan hukum.
"Harusnya pemerintah melalukan upaya kultural dengan melakukan soft power yakni memberi tempat buat perbedaan pendapat," tuturnya.
Andrianto berharap saat ini seharusnya pemerintah membuat komite penegakan HAM dan pemberdayaan masyarakat.
"Jangan sampai kamuflase lagi, masyarakat Papua saat ini sudah cerdas," pungkasnya.
0 Response to "Jangan Perlakukan Warga Papua Seperti Separatis"
Posting Komentar